PERKENALAN DIRI :
Nama : Kenneth Angelo
Umur : 12
Sekolah : SMP Anak Terang, Salatiga
Disini saya akan mempublikasikan tentang teknologi informasi :
Nama : Kenneth Angelo
Umur : 12
Sekolah : SMP Anak Terang, Salatiga
Disini saya akan mempublikasikan tentang teknologi informasi :
SEJARAH
PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI
1.1 Teknologi Komunikasi
pada Zaman Permulaan
Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama
lain. Untuk bersosialisasi manusia harus saling berkomunikasi. Komunikasi yang
dilakukan antar manusia atau antar kelompok dengan cara yang sangat beragam.
Seperti yang dilakukan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu dan sampai
sekarang beberapa daerah dan kelompok juga masih menggunakannya. Alat
komunikasi tradisional ini dikenal dengan nama Kentongan. Kentongan
didefinisikan sebagai tanda alarm / morse, sebagai sinyal komunikasi jarak
jauh, penanda azan maupun tanda bahaya. Sampai sekarang kontongan juga masih
sering digunakan masyarakat sebagai alat untuk mengirimkan atau memberi sinyal
tanda bahaya.
Pada zaman prasejarah komunikasi juga dilakukan antar manusia dan
kelompok, dengan cara yang beragam. Perkembangan teknologi komunikasi pada
zaman prasejarah dibagi ke dalam beberapa periode waktu, yaitu :
- Periode sebelum sampai dengan 3000 SM
Pada periode ini cara
komunikasi manusia masih terbatas pada pengenalan bentuk-bentuk yang mereka
temukan. Manusia menggambarkan informasi yang mereka dapatkan perihal berburu
dan binatang buruannya di dalam goa. Manusia mulai mengidentifikasi benda-benda
di sekitar lingkungan mereka dan menggambarkannya pada dinding-dinding goa.
Kemampuan berkomunikasi manusia zaman itu hanya terbatas pada gerakan tangan
dan bahasa isyarat.
- Periode 3000 SM
Pada periode tahun 3000
SM, bangsa Sumeria untuk pertama kalinya menggunakan tulisan untuk
berkomunikasi. Tulisan yang digunakan masih berupa simbol-simbol yang dibentuk
dari piktograf sebagai huruf. Simbol
atau huruf-huruf bangsa Sumeria juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda-beda,
sehingga tulisan-tulisan tersebut menjadi kata, kalimat dan bahasa yang
mempunyai arti.
- Periode 2900 SM
Pada periode 2900 bangsa
Mesir Kuno telah menggunakan huruf-huruf Hieroglif untuk berkomunikasi.
Huruf-huruf Hieroglif terdiri dari simbol-simbol objek, seperti perkakas,
binatang, atau kapal-kapal. Huruf-huruh Hieroglif juga menggunakan
simbol-simbol ide dan emosi seperti gerakan, waktu, dan perasaan gembira.
Ketika huruf Hieroglif digabung, maka akan mempunyai cara pengucapan dan arti
yang berbeda. Bentuk tulisan dan bahasa Hieroglif ini lebih maju dibandingkan
tulisan bangsa Sumeria.
Sistem menulis telah
digunakan oelh dinasti Shang di Cina yang memerintah pada tahun 1570-1045 SM.
Sistem menulis tersebut merupakan nenek moyang langsung dari sistem menulis
modern Cina saat ini, yaitu menggunakan simbol atau karakter untuk
masing-masing kata.
- Periode 500 SM
Pada periode tahun 500
SM, bangsa mesir kuno sudah menggunakan serat papyrus sebagai kertas. Pada
zaman itu pohon papyrus banyak terdapat di sepanjang sungai Nil. Kertas
tersebut kemudian dijadikan sebagai media menyampaikan informasi.
Kebanyakan teks-teks yang
disimpan di perpustakaan Mesir kuno ditulis di atas gulungan yang terbuat dari
pohon papyrus. Dengan cara melapisi, membasahi dan mengeringkan, orang Mesir
kuno mendapatkan permukaan yang baik untuk menulis.
- Periode 105 M
Pada periode tahun 105,
bangsa Cina menemukan kertas. Kertas itu terbuat dari serat bambu yang
dihaluskan, disaring, dicuci kemudian diratakan dan dikeringkan. Penemuan ini
juga memungkinakn sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan kayu blok
yang ditoreh dan dilumuri tinta atau yang sekarang dikenal dengan sistem cap.
1.2 Telegraf
Telegraf adalah sistem komunikasi
yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan isyarat
listrik dalam bentuk kode morse. Kode morse adalah kode yang menggunakan
kombinasi suara panjang (dinyatakan dengan simbol garis) dan suara pendek
(dinyatakan dengan titik) untuk menyatakan sebuah huruf, sebuah angka, ataupun
tanda-tanda yang lain.
Pada sistem
telegraf, suatu pesan akan diterjemahkan menjadi sederetan kode morse. Kode
tersebut selanjutnya dikirim melalui kawat peghubung sebagai media perantara
dan diterima oleh bagian penerima. Pada bagian penerima, kode-kode tersebut
diterjemahkan kembali menjadi pesan seperti aslinya. Telegraf pertama kali
ditemukan oleh Samuel Finley Breese Morse, seorang peneliti Amerika pada tahun
1837.
1.3 Telepon
Telepon merupakan alat
komunikasi yang digunakan untuk menyampikan
pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan
telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan
telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan
pengguna lainnya.
Telepon berasal dari bahasa Yunani yaitu terdiri
dari buah kata yaitu tele yang berarti jauh, dan phone berarti bunyi. Telepon
merupakan pesawat atau alat penerima getaran bunyi dari jarak jauh. Pengertian
teleon dalam kehidupan sehari-hari mengandung pengertian mikrofon dan telepon.
Mikrofon berfungsi sebagai pengirim suara (yang menghadap mulut), sedangkan
telepon berfungsi yang menerima suara (yang menempel pada telinga).
Telepon pertama kali ditemukan oleh Alexander
Graham Bell. A. G. Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Scotland.
Bell berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Ayahnya adalah
seorang psikolog dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan
kakeknya Alexander Bell merupakan seorang elucution professor.
1.4 Radio
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman
sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang
elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga
merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak
memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).
Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi
elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dimodulasi
(dinaikkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang
radio (RF) dalam suatu spektrum elektromagnetik. Gelombang radio ini berada
pada jangkauan frekuensi 10 hertz (Hz) sampai beberapa gigahertz (GHz), dan
radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun
magnetik.
Gelombang elektromagnetik lainnya, yang memiliki
frekuensi di atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah,
ultraviolet, dan cahaya terlihat. Ketika gelombang radio dipancarkan melalui
kabel, osilasi dari medan listrik dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk
arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Hal ini kemudian dapat diubah
menjadi signal audio atau lainnya yang membawa informasi.
1.5
Televisi
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar
bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata
"televisi" merupakan gabungan dari kata tele dari bahasa Yunani dan visio dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai alat
komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.
Televisi pertama kali
dikembangkan oleh Amerika Serikat, dimana pada bulan Januari 1955 pertunjukan
radio Queen For A Day yang terpopuler berpindah ke televisi.
1.6 Telepon
Bergerak
Telepon selurer berkembang dari
teknologi radio yang sudah ada sejak tahun 1940-an. Telepon bergerak menggunakan
gelombang radio sudah lama digunakan di taksi, mobil polisi dan kendaraan
lainnya. Telepon ini digunakan untuk berkomunikasi antara kendaraan satu dengan
kendaraan lain adn antara kendaraan dengan pusat pengendali.
Telepon seluler pertama digunakan
pada tahun 1946 oleh polisi Swedia. Namun kelemahan telepon ini adalah
membutuhkan daya yang sangat besar. Pada tahun 1950, Ericksson mengembangkan
sebuah sistem telepon bergerak yang disebut MTA (Mobile Telephone System A). Kebutuhan daya yang besar membuat berat
telepon ini mencapai 40 kg. Generasi penerus berikutnya adalah MTB (Mobile Telephone System B),
diperkenalkan pada tahun 1965. MTB mempunyai ukuran lebih kecil dengna berat 9
Kg.
Telepon selurer modern dimulai pada
tahun 1947 ketika DH Ring dari Bel Labs menemukan teknologi sel heksagonal
untuk selurer. Penggunaan sell Heksagonal membuat tidak ada ruang kosong antara
satu sel dengan sel lainnya. Sel adalah sebuah wilayah atau daerah yang berada
dalam jangkauan sebuah menara BTS yang bentuknya dibuat segi enam. Pada tahun
1967 teknologi ponsel sudah digunakan, namun kelemahannya adalah penggunanya
harus tetap tinggal dalam satu wilayah sel ketika menerima atau melakukan
panggilan. Pada tahun 1970 Edward Joel Amos, insinyur dari Bell Labs menemukan
sistem panggilan handoff. Sistem panggilan
ini memungkinkan pengguna berpindah dari satu layanan BTS ke BTS yang lain
tanpa harus memutuskan panggilan.
1.
Telepon seluler generasi pertama
Telepon seluler portable yang pertamakali diperkenalkan oleh
Motorola pada tahun 1983. Perangkat ini diberi nama Motorola DynaTAC 8000x.
2.
Telepon seluler generasi kedua
Telepon seluler generasi kedua atau 2G diperkenalkan sekitar
1990-an. Generasi kedua muncul dengan dua macam teknologi, yaitu GSM dan CDMA.
Teknologi GSM (Global
System for Mobiles) menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi
1800 Mhz, sedangkan teknologi CDMA (Code
Division Multiple Access)
menggunakan frekuensi 450 Mhz, 800 Mhz dan 1900 Mhz.
Pada generasi 2G sinyal analog sudah digantikan dengan sinyal digital.
Penggunaan sinyal digital memungkinkan telepon seluler dilengkapi dengan
layanan pesan suara, panggilan tunggu dan SMS. Telepon generasi 2G juga
menggunakan sinyal gelombang radio dengan kekuatan sinyal yang lebih rendah
sehingga mengurangi efek radiasi yang dapat membahayakan pengguna.
Generasi telepon seluler ke 2 / 2G kemudian berkembang dengan
ditandai kehadiran teknologi GPRS (General
Packet Radio Services)
3.
Telepon seluler generasi ketiga
Teknologi seluler yang berkembang saat ini dikenal dengan istilah
teknologi 3G dan 3,5G (GSM/UMTS/HSDPA). Teknologi ini memungkinkan transfer
data dengan cepat hingga 7,2 Mbps. Kemampuan transfer data yang tinggi ini
membuat jaringan telepon seluler tidak lagi hanya digunakan untuk panggilan
suara dan sms, tetapi juga
digunakan untuk panggilan video dan video streaming.
Selain itu, bandwidth yang lebar pada teknologi 3,5 G memungkinkan
jaringan telepon seluler digunakan untuk menyediakan layanan akses internet.
2.1 Sejarah
Perkembangan Komputer
Istilah Komputer berasal dari bahasa latin
"computare", yang berarti alat hitung, karena awalnya komputer lebih
digunakan sebagai perangkat bantu dalam hal penghitungan angka-angka sebelum
akhirnya menjadi perangkat multifungsi. Komputer saat ini adalah hasil evolusi
panjang dari komputer zaman dahulu, yang mulanya adalah alat mekanik dan
elektronik.
Sempoa atau Abacus adalah alat
kuno untuk penghitungan yang terbuat dari rangka kayu dengan sederetan poros
yang berisi manik - manik yang bisa di geser. Alat ini digunakan untuk
melakukan operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian
pembagian dan akar kuadrat.Muncul sekitar 5.000 Tahun yang lalu di cina dan
masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini. Abacus dapat dianggap
sebagai awal mula mesin komputasi (penghitungan). Penggunanya melakukan
perhitungan dengan menggunaka biji - bijian geser yang diatur pada sebuah rak.
Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi
perdagangan.
Pada tahun 1642, seorang
matematikawan, ilmuwan dan filsuf Prancis, Blaise Pascal menemukan kalkulator
otomatis yang pertama. Kalkulator tersebut dapat melakukan penjumlahan dan
pengurangan dengan cara menggunakan seperangkat roda gigi yang saling
berhubungan. Roda pertama mewakili bilangan satuan, roda kedua mewakili
bilangan puluhan dan roda ketiga mewakili bilangan ratusan dan seterusnya.
Pada awal tahun 1670-an seorang
matematikawan Jerman, Gottfried Wilhelm Leibniz, mengembangkan kalkulator yang
dibuat Pascal. Leibniz menambahkan pengaturan roda-roda gigi yang memungkinkan
kalkulator melakukan perhitungan perkalian dan pembagian. Leibniz juga
menambahkan sistem bilangan Biner (binnary
numeration), yaitu sebuah sistem perhitungan yang lebih mudah ditangani
mesin dibandingkan sistem desimal.
1. Komputer Generasi Pertama (1945-1955)
Komputer
generasi pertama dikembangkan dengan karakteristik bahwa komputer tersebut
dibuat untuk melakukan pekerjaan tertentu yang spesifik. Komputer generasi pertama
menggunakan tabung vakum dalam jumlah yang besar yang mengakibatkan ukuran
komputer menjadi besar. Untuk menyimpan data, komputer menggunakan silinder
magnet. Selain ukurannya yang besar, komputer ini juga membutuhkan daya yang
sangat besar.
2. Komputer generasi Kedua (1955-1965)
Pada
tahun 1948, tiga orang fisikawan Amerika yang bekerja di Bell Telephone
Laboratories, yaitu Walter Houser Brattain, John Bardeen, dan William Bradfoed
Shockley berhasil menemukan transistor, yaitu sebuah perangkat elektronik yang
terbuat dari material semi-konduktor. Transistor digunakan sebagai pengganti tabung
vakum di komputer, televisi dan radio. Transistor inilah yang menandai
munculnya komputer generasi kedua.
3. Komputer Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ketiga ini ditandai dengan ditemukannya sebuah
chip yang dikenal dengan istilah integrated
circuit (IC).
4. Komputer Generasi Keempat (1980-2000-an)
Setelah ditemukan chip, perkembangan komputer semakin cepat.
Ilmuan komputer kemudian berhasil menyusun chip-chip dalam sebuah sirkuit dan
menghasilkan microprocessor.
Microprocessor pertama adalah Intel 4004 yang dibuat tahun
1971. Microprocessor tersebut digunakan pada kalkulator. Intel 4004 terbuat
dari 2300 transistor dan dapat melakukan 60.000 perhitungan perdetik.
5. Komputer Generasi Kelima (2000-an dan setelahnya)
Komputer
generasi kelima ditandai dengan
penggunaan teknologi pemrosesan paralel, cara interaksi (interface) menggunakan
bahasa alamiah penggunanya, dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN NYA YA !!!!
infonya sangat bermanfaat thx!
ReplyDelete